Dari Dapur Rakyat Kembali ke Industri Kreatif Kuliner
Wednesday,28 November 2018 , Berita Fakultas
Dari Dapur Rakyat Kembali ke Industri Kreatif Kuliner

Foto bersama dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan Kekayaan Kuliner Tradisional yang bertemakan “ Dari Dapur Rakyat Menuju Industri Kreatif Kuliner” di Desa Parit, Kec. Rambutan, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan

Minggu (25/11)

 

 

UIN RF- FEBInews| Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Direktorat Riset dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) telah mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan Kekayaan Kuliner Tradisional yang bertemakan "Dari Dapur Rakyat Menuju Industri Kreatif Kuliner" yang diadakan di Desa Parit, Kec. Rambutan, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (25/11/18).

 

 

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari 2 malam, yakni dari hari Jum’at – Minggu (23/11/18 s/d 25/11/18). Agenda ini sebelumnya telah dilaksanakan di Pontianak, Wonogiri, dan Makassar secara live in dan para peserta juga telah melalui serangkaian proses dengan mengisi form di website dapurrakyat.id.

 

 

Koordiantor Kegiatan, Dr. M. Alie Humaedi, M.Ag., M.Hum. mengungkapkan bahwa ada beberapa indikator untuk menentukan peserta terpilih, diantaranya proporsi antar universitas, jarak lokasi peserta dengan tempat kegiatan, hingga alasan untuk mengikuti kegiatan ini. Terdapat 3 Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Raden Fatah Palembang yang berhasil terpilih untuk mengikuti kegiatan ini, yakni Hasan Sadikin (1526200103), Ririn Eka Saputri (1526200146), dan Vivi Ayu Ariska (1526200165) mahasiswa/i Ekonomi Syari'ah 2015.   

 

 

Tugas para peserta yakni mengumpulkan data sebanyak-banyaknya terkait kuliner tradisional daerah setempat, mulai dari makanan utama, kudapan ringan, hingga sambal-sambalan. "Sumber data yang didapat yakni berasal dari keluarga induk maupun warga setempat. Tiap peserta diwajibkan mengumpulkan minimal 20 data kuliner tradisional setempat dengan mengumpulkan formatan soft file dan hard file ke panitia dan juga diharuskan untuk mengupload ke website ensiklopedi.dapurrakyat.id hingga akhir Desember ini. Tidak menutup kemungkinan juga bagi para mahasiswa atau pihak lain yang ingin turut berkontribusi dalam penginputan data kuliner tradisional ini" Tuturnya.

 

 

Dalam kegiatan ini juga melibatkan beberapa elemen, dari mahasiswa, guru, hingga masyarakat setempat. Utari Agustina, Koordinator Lapangan dari Forum Indonesia Muda (FIM) Regional Palembang mengaku sangat senang dan bangga FIM bisa berkolaborasi dengan lembaga besar seperti LIPI dan BEKRAF. Selain itu kegiatan ini juga dapat mengenalkan apa itu FIM terhadap peserta," ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa meskipun jarak yang jauh serta kualitas sinyal komunikasi yang kurang baik, tidak mengurangi semangat dan antusiasme peserta Bimtek di desa ini. Ditambah dengan respon warga sekitar yang sangat luar biasa, menambah semangat untuk melakukan serangkaian proses kegiatan ini dengan maksimal.

 

 

Koordiantor Kegiatan sekaligus peneliti utama di LIPI, Dr. M. Alie Humaedi, M.Ag., M.Hum. mengatakan hasil dari pendataan kuliner tradisional yang dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia ini akan dicetak seperti ensiklopedia dan juga di upload di website ensiklopedi.dapurrakyat.id. "Diharapkan kejadian saling klaim antar negara terhadap kuliner tradisional di Indonesia beberapa watu lalu tidak terjadi lagi, karena kita telah memiliki data yang valid yakni berupa ensiklopedi yang telah dicetak maupun dalam bentuk online data. Selanjutnya Bimtek ini akan dilakukan di Denpasar dan masih banyak kuliner Indonesia yang belum terungkap" Tutupnya.

 

 

Reporter          : Ririn Eka Saputri

Editor              : Sylvia Meirisa Putri

           

 



Dr. Qodariah Barkah, M.H.I

Dr. Maftukhatusolikhah, M.Ag

Rudi Aryanto, S. Si., M. Si

Nilawati, S.Ag., M.Hum

Link Internal