UIN RF Diresmikan Secara Simbolik
Wednesday,31 October 2018 , Berita Kampus
UIN RF Diresmikan Secara Simbolik

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus B UIN Raden Fatah Palembang di Jakabaring yang dihadiri langsung oleh Menteri Agama, jajaran pemerintah provinsi, kota serta kabupaten dan tokoh penting lainnya

di Jakabaring

Rabu,(31/10/18)

 

Palembang-FEBINews | Pembangunan Kampus B Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) di Jakabaring telah diresmikan secara simbolik oleh Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Lukman Hakim Saifuddin beserta Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru dan Kapolda Sumsel Dandim dengan meletakkan batu pertama dan pelepasan benih ikan di kanal di sekitar Kampus B UIN RF, Rabu (31/10/18)

 

 

Setelah merubah statusnya dari IAIN menjadi UIN beberapa tahun lalu, akhirnya UIN Raden Fatah mulai membangun kampus B yang nantinya akan menjadi kampus terbesar di Sumatera yang di sekelilingnya terdapat kanal yang berisi ikan yang akan menjadi ciri khas Kampus B tersebut.

 

 

Di dalam sambutannya, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Dr HM Sirozi Ph.D menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah terlibat dalam pembangunan kampus B ini, terlebih lagi kepada Gubernur Sumsel yang telah menghibahkan tanah seluas 35 hektar untuk dibangun kampus B ini. “Tanah ini akan dibangun 9 gedung yang terdiri dari 1 gedung rektorat, 6 gedung fakultas dan 1 integrated lab yang nantinya akan menjadi salah satu lab terbesar, yang insyaallah dibangun selama 16 bulan terhitung 16 oktober kemarin” Ungkapnya

 

 

Selain itu, PT Nindya Karya selaku kontraktor yang terpilih mengungkapkan bahwa proyek ini didanai oleh Islamic Development Bank (IDB) sebesar 289 miliar lebih untuk 9 gedung yang akan dibangun setinggi 5 lantai beserta perpustakaan terbesar di Sumsel. Alumni yang dikeluarkan diharapkan berkualitas yang nantinya akan meningkatkan Indeks Sumber Daya Manusia yang sangat berkontribusi dalam pembangunan serta diharapkan dapat memunculkan karya-karya yang berkontribusi dalam dunia pendidikan” Ujar Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, beliau juga mengatakan bahwa saat ini tujuan PTKIN tidak lagi menyerap banyak mahasiswa, melainkan untuk pengembangan mutu yang ditandai dengan akreditasi,

 

 

Menurut Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama RI, pembangunan ini sangat didukungnya sebagai sarana dan prasarana bagi masyarakat yang ingin mendalami ilmu keislaman. Diharapkan UIN ini dapat menjadi PTKIN yang berkualitas internasional yang berwawasan agama untuk mengembangankan dan merawat peradaban dunia. “Tanamkan kesadaran bahwa kita tidak hanya sekedar membangun bangunan fisik semata, tetapi kita sedang berproses membangun peradaban dunia. Luruskan niat bahwa kita melakukan semua ini untuk beribadah dan untuk menyebarkan kemaslahatan bagi masyarakat” pesannya.

 

Reporter : Robiatul Adawiyah

Editor     : Nur Khotimah



Dr. Qodariah Barkah, M.H.I

Dr. Maftukhatusolikhah, M.Ag

Rudi Aryanto, S. Si., M. Si

Nilawati, S.Ag., M.Hum

Link Internal